Cara Meluluhkan Orang Yang Sedang Marah

Cara meluluhkan orang yang sedang marah
Cara meluluhkan orang yang sedang marah

Cara meluluhkan orang yang sedang marah tentu saja memerlukan kesabaran tinggi. Saat seorang sedang marah, kata “tenanglah” kemungkinan malah akan membuat situasi makin keruh. Anda bisa menentramkan orang marah dengan mendengarkan orang itu dengan aktif dan mengubah perhatiannya. Tetapi, saat marahnya betul-betul telah meletus atau tidak bisa diprediksi waktunya, lebih bagus Anda menjauh daripada coba menenangkan.

Sanggup menghadapi dan menangani orang marah ialah satu kemampuan penting yang harus kita punyai. Ketahui teknik ini akan membuat Anda sanggup menuntaskan permasalahan plus masih tetap menjaga rekanan dengan orang lain.

Cara berbicara dengan orang yang sedang marah

1. Biarkan Kemarahannya Mengalir

Saat seorang sedang marah, karena itu diamkan kemarahannya mengalir. Tidak boleh menyela apa yang di ucapkan, biarkan orang itu menyudahi sendiri. Tidak itu saja, tahan diri untuk menyanggah atau bela diri.

2. Latihan Menahan Tangan Untuk Texting Penuh Kemarahan

Langkah selanjutnya tidak boleh membalasnya atau memberi respon sama sekali. Bila orang itu sedang marah lewat text. Sedapat mungkin tahan tangan tidak untuk emosi saat membalas

3. Tidak boleh Berlaku Reaktif

Jika sedang dimarahin usahakanlah untuk selalu santai. Misalkan membawa sesaat badan untuk istirahat buat menentramkan pikiran. Pejamkan mata selanjutnya ambil napas perlahan-lahan lalu kalkulasi sampai sepuluh.

Upayakan tidak kepancing oleh kemarahannya meskipun didesak. Berlaku reaktif cuman akan membuat diri kita kelihatan kurang kuat.

4. Timbulkan Rasa Empati

Saat hadapi orang yang marah coba untuk memberikan rasa empati. Bagaimana triknya? Hal simpel yang paling mudah dilakukan dengan cari tahu argumen dari orang itu.

Bisa saja kemarahannya karena kita melakukan perbuatan kekeliruan. Jika sudah begitu, karena itu cepatlah meminta maaf dan benahi kesalahan.

5. Tegas dan Tentukan Batasan

Jika kemarahan orang itu terjadi secara terus-terusan dan condong menyudutkan, karena itu sekarang waktunya berlaku tegas. Jangan dibiarkan orang itu mengancam sampai membuat diri kita berkesan kurang kuat.

Buat orang itu kapok dengan tentukan batas. Maknanya, saat orang itu marah, lebih bagus dengar dan meninggalkan.

Baca Juga : Cara Kenalan Dengan Orang Yang Baru Kenal

Kesalahan menghadapi orang yang sedang marah

1. Justru turut marah dan emosi

Berikut kekeliruan yang tersering dilaksanakan oleh banyak orang. Mereka tidak terima dimarahin dan turut marah. Dan… BLAAARRR! bukannya permasalahan teratasi, justru malah jadi bertambah besar.

Sadarilah jika Anda tidak dapat menangani api dengan api. Ini malah memunculkan permasalahan – permasalahan baru yang awalnya tidak ada. Yang masih ada diakhir umumnya cuman penyesalan dari kedua pihak.

2. Memerintah orang yang marah

Ini kekeliruan yang umum terjadi juga. Hadapi orang marah mereka lalu berbicara “Tenang dahulu Pak!”, “Mari duduk dahulu Bu!” atau “Ini diminum dahulu Bu”.

Tujuannya sich baik, agar yang marah semakin tenang. Namun pertanyaannya: “Dapatkah orang yang terkuasai emosi justru diperintah?” entahlah itu diminta tenang, sabar atau minum. Umumnya usaha mereka pada akhirnya tidak berhasil.

3. Mencoba langsung beradu argumentasi

Menyaksikan orang di muka marah, mereka segera coba keluarkan argumentasi. Entahlah itu menerangkan duduk kasusnya atau menyampaikan argumen / narasi versus mereka. Pokoknya mereka usaha menerangkan dengan nalar.

Nach, menurut Anda: nalar versus emosi. Mana yang menang?

Sudah mengetahui jawabnya kan? Orang yang terkuasai emosi tidak betul – betul dapat berpikiran rasional. Orang yang marah tidak mau dengarkan keterangan atau argumen.

Baca Juga : Ciri-Ciri Orang Yang Ingin Membuat Kita Cemburu

Cara meluluhkan orang yang sedang marah

1 Kalau Anda salah, meminta maaflah.

Bila Anda mengerjakan satu kekeliruan yang memacu amarah orang itu, minta maaf dengan ikhlas. Mohon maaf bukan pertanda kekurangan. Hal tersebut memperlihatkan jika Anda perduli pada hati orang yang marah.

Pertimbangkan apakah Anda melakukan satu kekeliruan, apabila ya, minta maaf. Terkadang, amarah seorang akan menyusut sesudah orang yang bersalah mohon maaf.

Kebalikannya, jika Anda tidak salah, tidak boleh meminta maaf karena hanya Anda ingin orang itu tenang kembali.
Beginilah permohonan maaf yang efisien: “Saya meminta maaf karena telah menggunakan uang pensiunmu untuk jalan-jalan ke Bali. Saya tidak tahu apakah yang saya pikir waktu itu, dan saya dapat pahami amarahmu. Saat ini mari kita coba mencari jalan keluarnya.”

2 Jangan katakan “tenanglah”.

Orang yang marah dipegang oleh emosinya, dan dia tidak terhubung bagian logis otaknya. Jika Anda coba berdiskusi sama orang itu atau meminta “tetap tenang”, Anda justru akan memperkeruh keadaan dan membuat orang itu merasa tidak dihiraukan.

3 Gunakan teknik mendengar.

Saat orang sedang dalam hati yang intensif, dia ingin merasa jika ada orang yang perduli. Dengar apa yang orang itu ucapkan. Lihatlah matanya, mengangguklah saat perlu, dan tanya orang itu berkenaan hatinya. Perbincangan semacam ini memunculkan hati dipedulikan, yang akan menentramkan orang itu.
Tentu saja terkadang orang marah tidak mau diberikan pertanyaan macam-macam hingga kemungkinan berasumsi tidak ada orang yang memahaminya. Coba semaksimal kemungkinan, tapi jika dia sedang tidak mau bicara dari hati ke hati, jangan dipaksa.

4 Pahami perasaannya.

Pasti semuanya orang dapat marah. Tetapi terkadang amarah ialah kedok buat perasaan lain, seperti perasaan sakit, malu, atau bersedih. Apa saja argumen kemarahan seorang, dengar dia baik-baik dan ketahui perasaannya (pasti, Anda tidak perlu sepakat dari sesuatu yang dia ucapkan). Menunda penilaian pada orang itu karena akan dipandang seperti ketidakpedulian, yang terlihat melalui kalimat atau bahasa badan yang Anda pakai.
Ungkap jika Anda pahami perasaannya dengan menjelaskan: “Tentu susah untukmu” atau “Saya memahami mengapa kamu marah.”
Dalam pada itu, pengakuan berikut: “Bebaskan amarahmu” atau “Saya sempat juga alami hal tersebut, dan dapat melaluinya secara baik”, tidak begitu berguna.

5 Perlihatkan empati.

Bentuknya dapat dengan coba pahami sudut pandang orang itu, bersedih karena orang itu bersedih, dan sanggup terjalin dengan perasaannya. Anda bisa menunjukkan empati ke orang yang marah dengan memperlihatkan jika Anda dengarkan perkataannya dan pahami tujuannya.

Untuk memiliki empati dengan seorang yang marah, Anda bisa memarafrasekan sumber amarah orang itu. Ucapkan: “Jadi , kamu marah karena menurutmu kamu harus melaksanakan semua tugas rumah tangga?”
Anda barangkali ingin berbicara, “Saya memahami perasaanmu.” Tetapi pengakuan semacam ini terkadang bisa membuat orang itu lebih marah. Orang marah condong percaya bahwa tidak ada yang tahu apakah yang mereka alami.

6 Ringankan situasi dengan komedi.

Anda perlu membaca kondisinya atau mengenali orang marah itu secara baik untuk tentukan apa sistem ini akan sukses. Komedi efisien menantang amarah karena komedi mengganti proses kimiawi pada tubuh. Melawak, atau berhenti dan memperlihatkan suatu hal yang lucu kemudian ketawa, bisa memudahkan situasinya dan kemungkinan bisa mengeluarkan orang marah itu dari amarahnya.

7 Berikan ruang untuknya.

Ada orang yang suka berbicara, ada orang yang lebih suka mengolah hati mereka sendirian. Jika bicara justru membuat orang itu makin marah, meninggalkan dia sesaat. Banyak orang perlu minimal 20 menit untuk tenang kembali, tetapi ada pula orang yang perlu waktu semakin lama.
Jika menurut Anda orang itu butuh waktu sendirian, ucapkan: “Saya memahami kamu sedang marah, tapi kelihatannya saya tidak membantu kamu lebih tenang. Kemungkinan kamu butuh waktu sendirian. Saya masih tetap di sini jika kamu siap berbicara.”

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*