Hewan Yang Alat Pernapasannya Lebih Dari Satu Adalah

Hewan yang alat pernapasannya lebih dari satu adalah amfibi. Hewan amfibi ialah vertebrata kecil yang memerlukan air atau lingkungan yang lembap untuk tetap bertahan hidup.

Amphibia dengan bahasa Yunani, amphi=dua;bios=kehidupan. Vertebrata yang hidup di dua alam sebagai vertebrata darat pertama, tapi memiliki sifat amphibious yakni beberapa dari tingkatan hidupnya hidup di perairan dan beberapa kembali hidup di darat.

Barisan amphibia ialah vertebrata yang datang pertama kalinya hidup di darat. Pada intinya mempunyai pentadaktil ( lima ujung jari-jari kecil ) walau jumlah jemari kakinya barangkali menyusut. Terhitung hewan ektoterm yakni peralihan temperatur badan tergantung pada temperatur lingkungan. Mayoritas bangsa amphibi terdiri dari katak dan kodok.

Hewan Yang Alat Pernapasannya Lebih Dari Satu Adalah
Hewan Yang Alat Pernapasannya Lebih Dari Satu Adalah Amfibi

Mayoritas amphibi diketemukan di komunitas yang lembab seperti rawa-rawa dan rimba hujan. Amphibi biasanya tergantung pada kulitnya yang lembab untuk transisi gas dengan lingkungannya. Fertilisasi amphibi berjalan secara external. Pembagian amphibia terdiri atas ordo anura, ordo urodela dan ordo apoda. Ordo anura mencakup katak, ordo urodela mencakup salamander dan kadal air dan ordo apoda mencakup sesilia yang disebut hewan seperti cacing dan tanpa kaki.

[lwptoc]

Beberapa spesies yang terhitung hewan amfibi ialah kodok, katak, salamander, kadal air, dan lain-lain. Secara lengkap, dikutip dari National Geographic, berikut bukti hewan amfibi yang perlu untuk dipahami:

Fakta Amfibi

1. Hewan amfibi mempunyai kulit yang paling tipis Semua hewan amfibi dapat bernapas dan mempernyerap air lewat kulit mereka yang paling tipis. Disamping itu, mereka mempunyai kelenjar kulit khusus yang hasilkan protein yang bermanfaat. Beberapa bermanfaat untuk mengusung air, oksigen, dan karbon dioksida, baik ke atau keluar badan. Yang lain berperan untuk melawan bakteri atau infeksi jamur dan, minimal, dalam tiap spesies, dipakai untuk pertahanan.

2. Hewan amfibi berdarah dingin Seperti reptil, hewan amfibi sebagai makhluk berdarah dingin karena kulit khusus mereka memerlukan keadaan hidup yang paling detil. Lingkungan yang kebanyakan cahaya matahari bisa menghancurkan beberapa sel hewan amfibi. Mengakibatkan, amfibi ialah yang pertama mati saat komunitasnya terusik atau tercemar oleh bahan kimia. Ini juga sebagai argumen khusus lebih dari setengah spesies katak ada dalam teror kemusnahan.

3. Ciri-ciri khusus hewan amfibi Salah satunya ciri-ciri khusus hewan amfibi ialah alami transisi hidup telur-larva-dewasa. Larva hewan amfibi hidup di air dan berenang bebas. Pada tahapan tertentu, hewan amfibi muda meningkatkan anggota tubuh dan paru-paru. Pada akhirnya, mereka bisa melonjak atau keluar air sebagai hewan dewasa dan habiskan tersisa hidup mereka di darat.

4. Reptil atau amfibi? Amfibi memiliki arti “mempunyai tanah dan air”, tapi tidak seluruhnya yang bisa hidup di air dan darat terhitung hewan amfibi. Dikutip dari World Animal Foundation, iguana laut, ular laut, buaya, dan kura-kura kolam semua bisa hidup di air dan di darat, tetapi dipandang reptil karena tidak alami metamorfosis. Amfibi dan reptil sama datang dari telur, tetapi telur amfibi tetap harus lembap atau basah saat mereka berkembang dan umumnya ditempatkan di air.

5. Bukti menarik yang lain Hewan amfibi paling besar di dunia ialah salamander raksasa dengan panjang capai 20 cm dan berat 39 kg. Hewan amfibi paling kecil di dunia ialah katak dari New Guinea, Paedophryne amauensis, dengan tinggi cuman 7,7 mm. Hewan amfibi paling cepat ialah salamander Andes yang bisa bergerak dengan cepat sekali, yaitu 15 mph.

Ciri – ciri Dari Hewan Amphibia

  • Sebagai hewan poikiloterm atau berdarah dingin.
  • Mempunyai kulit lembut sampai kasar dan banyak kelenjar, dan berlendir.
  • Jantung terdiri dari 3 ruangan, yakni satu ventrikel dan dua atrium.
  • Mempunyai telur yang terbungkus gelatin.
  • Alami metamorfosis prima.
  • Terhitung hewan tetrapoda (berkaki empat) mempunyai alat gerak berbentuk dua pasang kaki yang ada selaput renang antara jari-jarinya.
  • Alat pernafasan saat larva/berudu berbentuk insang, sesudah dewasa memakai paru-paru dan kulit.
  • Mempunyai mata yang ada selaput (membrana niktitans) untuk menyelam.
  • Lakukan reproduksi dengan bertelur dan pembuahan external, di mana betina melepas telurnya, selanjutnya akan dibuahi oleh pejantan di luar badan.

Klasifikasi Amfibi (Katak)


Adapun posisi amphibia dalam mekanisme klasifikasi yakni:

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Upafilum : Vertebrata

Superkelas : Tetrapoda

Kelas : Amphibia

Menurut Verma anggota amphibia bisa dibagi jadi 3 ordo yakni:

1. Ordo Apoda (Gymnophiona)

Ordo Caecilia Gymnophiona memiliki anggota yang ciri-ciri biasanya ialah tidak memiliki kaki hingga disebutkan Apoda. Badan seperti cacing (gilig), bersegmen, tidak bertungkai, dan ekor mereduksi. Hewan ini memiliki kulit yang solid, mata terkikis, tertutup oleh kulit atau tulang, retina pada beberapa spesies berperan sebagai fotoreseptor. Pada bagian anterior ada tentakel yang perannya sebagai organ sensory. Barisan ini memperlihatkan 2 wujud dalam daur hidupnya. Pada babak larva hidup di air dan bernafas dengan insang.

Pada babak dewasa insang alami reduksi, dan umumnya diketemukan dalam tanah atau di lingkungan akuatik. Fertilisasi pada Caecilia terjadi secara intern. Ordo Gymnophiona memiliki 5 kerabat. yakni Rhinatrematidae, Ichtyopiidae, Uraeotyphilidae, Scolecomorphiidae, dan Caecilidae. Kerabat Caecilidae memiliki 3 subfamili yakni Dermophinae, Caecilinae dan Typhlonectinae. ( Webb et.al, 1981).

Family yang berada di Indonesia ialah Ichtyopiidae. Anggota family ini memiliki beberapa ciri badan yang bersisik, ekornya pendek, mata relatif berkembang. Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan 3 pasang insang yang bercabang yang selekasnya lenyap meskipun memerlukan waktu lama di air saat sebelum metamorphosis. Anggota family ini yang diketemukan di Indonesia ialah Ichtyophis sp., yakni di provinsi DIY.

2. Ordo Urodela

Urodela disebutkan caudata. Ordo ini memiliki ciri-ciri wujud badan memanjang, memiliki anggota gerak dan ekor dan tidak mempunyai tympanum. Badan bisa diperbedakan di antara kepala, leher dan tubuh. Beberapa spesies memiliki insang dan yang lain bernafas dengan paru-paru. Pada bagaian kepala ada mata yang kecil dan pada beberapa macam, mata alami reduksi. Babak larva nyaris serupa dengan babak dewasa. Anggota ordo Urodela hidup di darat namun tidak bisa terlepas dari air. Skema persebarannya mencakup daerah Amerika Utara, Asia tengah, Jepang dan Eropa.

3. Ordo Anura

Nama anura memiliki makna tidak mempunyai ekor. Sama dengan namanya, anggota ordo ini memiliki ciri-ciri umum tidak memiliki ekor, kepala berpadu dengan tubuh, tidak memiliki leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang semakin besar dibanding tungkai depan. Ini memberikan dukungan gerakannya yakni dengan melonjak. Pada beberapa kerabat ada selaput antara jari-jarinya. Membrana tympanum berada di atas kulit sama ukuran yang lumayan besar dan berada ada di belakang mata. Kelopak mata bisa digerakkan. Mata memiliki ukuran besar dan berkembang secara baik. Fertilisasi secara external dan prosesnya dilaksanakan di perairan yang tenang dan dangkal. Ordo Anura dipisah jadi 27 family, yakni:

  • Ascaphidae Leiopelmatidae
  • Bombinatoridae Discoglossidae
  • Pipidae Rhinophrynidae
  • Megophryidae Pelodytidae
  • Pelobatidae Allophrynidae
  • Bufonidae Branchycephalidae
  • Centrolenidae Heleophrynidae
  • Hylidae,Leptodactylidae Myobatrachidae
  • Pseudidae Rhinodermatidae
  • Sooglossidae Arthroleptidae
  • Dendrobatidae Hemisotidae
  • Hyperoliidae Microhylidae,
  • Ranidae Rachoporidae


Ada 5 Family yang ada di indonesia yakni:

Bufonidae

Family ini kerap disebutkan kodok sejati. Ciri-siri biasanya yakni kulit kasar dan berbintil, ada kelenjar paratoid ada di belakang tympanum dan ada pematang di kepala. Memiliki type gelang pundak arciferal. Sacral diapophisis melebar. Bufo memiliki mulut yang lebar namun tidak mempunyai gigi. Tungkai belakang lebih panjang daripada tungkai depan dan jari-jari tidak memiliki selaput. Fertilisasi berjalan secara external. Kerabat ini terbagi dalam 18 genus dan lebih kurang 300 spesies. Contoh-contoh family Bufo yang berada di Indonesia diantaranya: Bufo asper, Bufo biporcatus, Bufo melanosticus dan Leptophryne borbonica.

Megophryidae

Keunikan yang paling mencolok ialah adanya bangunan seperti sundul di atas matanya, yang disebut modifikasi dari kelopak matanya. Secara umum kerabat ini memiliki ukuran badan kecil. Tungkai relatif pendek hingga gerakannya lamban dan kurang gesit. Gelang pundak bertipe firmisternal. Hidup di rimba daratan tinggi. Pada babak berudu ada alat mulut seperti mangkok untuk cari makan di atas air. Adapun contoh spesies anggota family ini ialah Megophrys montana dan Leptobranchium hasselti.

Ranidae

Family ini kerap disebutkan katak sejati. Wujud badannya relatif ramping. Tungkai relatif panjang dan antara jari-jarinya ada selaput untuk menolong berenang. Kulitnya lembut, licin dan beberapa ada yang berbintil. Gelang pundak bertipe firmisternal. Pada kepala tidak ada pematang sama dalam Bufo. Mulutnya lebar dan ada gigi seperti parut pada bagian maxillanya. Sacral diapophysis gilig. Fertilisasi secara external dan memiliki sifat ovipar. Family ini terbagi dalam 36 genus. Adapun contoh spesiesnya ialah: Rana chalconota, Rana hosii, Rana erythraea, Rana nicobariensis, Fejervarya cancrivora, Fejervarya limnocharis, Limnonectes kuhli, Occidozyga sumatrana.

Microhylidae

Family ini anggotanya memiliki ukuran kecil, sekitaran 8-100 mm. Kaki relatif panjang dibanding dengan badannya. Ada gigi pada maxilla dan mandibulanya, tetapi beberapa genus tidak memiliki gigi. Karena anggota kerabat ini diurnal, karena itu pupilnya memanjang secara horizontal. Gelang pundaknya firmisternal. Contoh spesiesnya ialah: Microhyla achatina.

Rachoporidae

Family ini kerap diketemukan di area sawah. Beberapa macam memiliki kulit yang kasar, tetapi umumnya lembut berbintil. Type gelang pundak firmisternal. Pada maksila ada gigi seperti parut. Ada juga gigi palatum. Sacral diapophysis gilig. Berkembang biak dengan ovipar dan fertilisasi secara ekstern.

MORFOLOGI DAN ANATOMI AMPHIBIA

Tiap tipe amphibi mempunyai anatomi yang lain di antara keduanya, seperti katak yang bisa hidup di darat dan air dan kulit salamander yang lembap dan tipis, ketidaksamaan di antara katak dan kodok yang diterangkan pada buku dengan judul Seri Anatomi Hewan: Katak Dan Amfibi Yang lain oleh David West.

Amphibi sebagai hewan dengan kelembapan kulit yang tinggi, tidak ditutupi oleh rambut dan sanggup hidup di air atau di darat. Amphibia datang dari bahasa Yunani yakni Amphi yang memiliki arti dua dan Bios yang memiliki arti hidup. Karenanya amphibi disimpulkan sebagai hewan yang memiliki dua wujud kehidupan yakni di darat dan di air. Amfibi ialah barisan paling kecil antara vertebrata, dalam jumlah cuman 3.000 spesies. Seperti ikan dan reptilia, amfibi ialah hewan berdarah dingin. Ini memiliki arti amfibi tidak bisa mengeset suhu tubuhnya sendiri. Karena itu, amfibi membutuhkan matahari untuk menghangatkan tubuh. Awalannya amfibi memulai hidup di perairan dan lakukan pernafasan memakai insang. Bersamaan dengan perkembangannya paru-paru dan kakinya berkembang dan amfibi juga bisa berjalan pada atas dataran.

Ciri-ciri Morfologi:

  • Bisa hidup di air dan di darat atau beberapa tempat yang lembab
  • Disebutkan hewan yang memiliki tempat hidup (komunitas) di dua alam
  • Hewan bernafas dengan paru-paru dan kulit.
  • Kulit terbagi dalam dermis
  • Tidak mempunyai daun telinga

Ciri-ciri Anatomi:

  • Pencernaan prima, berahang berkloaka.
  • Mulut berlidah
  • Alat pernapasan berbentuk paru-paru, kulit, dan insang. Transisi gas terjadi di kulit. Larfa bernafas dengan insang
  • Jantung beruang tiga, dua serambi dan satu bedeng. Peredaran darah tertutup ada arteri karotis, mekanismeik, dan pulmokutaneus. Mempunyai 3 jenis pembuluh balik yakni vena kafa, vena porta, dan vena pulmokutanus.
  • Ginjal type mesonefroid dengan aliran kemih urin keluar melalui kloaka. Kandunga kemih sebagai gelembung tipis di samping segi ventral kloaka
  • Otak terdiri jadi lima sisi dengan 10 saraf cranial.
  • Mempunyai kelenjer endokrin dan kelenjer tiroid.
  • Telur terbungkus gelatin, di tempatkan dalm air, menetas jadi larva dan alami metamorphosis jadi katak dewasa.

Sistem Pencernaan Hewan Amfibi

Alat pencernaan makanan dimulai oleh cavum oris dan di mengakhiri oleh anus. Pada bagian-bagian dari trackus digestoria memiliki susunan dan ukuran yang lain. Mangsa yang berbentuk hewan kecil yang diamankan untuk dikonsumsi akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak demikian banyak memiliki kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan lewat pharynx, oesophagus yang hasilkan sekresi alkalis dan menggerakkan makanan masuk ke vetriculus yang berperan sebagai gudang pencernaan. Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan jadi remuk dan digabung dengan sekresi ventriculus yang memiliki kandungan enzim, yang disebut katalisator. Enzim yang dibuat oleh ventriculus dan intestinum terdiri dari pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak.

Selain itu ventrikulus hasilkan asam klorida untuk mengasamkan bahan makanan. Pergerakan yang mengakibatkan bahan makanan jalan dalam aliran disebutkan gerak peristaltik. Makanan masuk ke intestinum dari ventriculus lewat klep pyloris. Kelenjar pencernaan yang besar adalah hepar dan pancreaticum yang memberi sekresinya pada intestinum. Hepar yang besar terbagi dalam beberapa lobus dan bilus (zat empedu) yang dibuat akan dimuat sementara dalam vesica felea, yang selanjutnya akan dituangkan dalam intestinum lewat ductus Cystecus dulu selanjutnya lewat ductus cholydocus yang disebut aliran kombinasi dengan dengan aliran yang dari pankreas. Peranan bilus untuk mengemulsikan zat lemak. Bahan yang disebut tersisa dalam intestinum mayor jadi feses dan seterusnya dikeluarkan lewat anus.

Amfibi darat mempunyai kelenjar intermaksilari pada dinding mulutnya. Ada banyak amfibi yang lidahnya tidak bisa bergerak, tapi mayoritas bangsa Amfibi memiliki lidah yang bisa dijulurkan ke luar dan katak dan kodok lidah digulung ke lambung. Usus memperlihatkan beragam macam. Pada Caecillia memperlihatkan ada gulungan kecil dan tidak diperbedakan di antara usus kecil dan usus besar, pada katak dan kodok ada usus yang relatif panjang, menggulung yang buka kloaka.

Mekanisme pencernaan Amphibi nyaris sama dengan Pisces, walau ke-2 nya mempunyai makanan yang lain. Mekanisme pencernaan Amphibi lebih detailnya seperti berikut:

Rongga mulut

Rongga mulut atau cavum oris pada katak diperlengkapi dengan gigi berupa kerucut untuk menggenggam mangsa dan lidah untuk tangkap mangsa. Gigi Amphibi berupa V dengan perubahan yang tidak prima. Giginya ada pada rahang atas dan rahang bawah. Pada rahang atas disebutkan gigi maxilaris dan pada rahang bawah disebutkan gigi vomerin.
Lidah katak berupa menggulung, panjang dan memiliki tekstur kenyal dan lekat, dipakai untuk tangkap mangsa. Mangsa yang berbentuk hewan kecil, umumnya serangga, akan dibasahi oleh air liur. Meski begitu, Amphibi tidak demikian memiliki kelenjar ludah.

Tenggorokan ( esofagus)

Sesudah dari dari cavum oris, makanan ke arah esofagus yang berbentuk aliran pendek. Esofagus akan hasilkan sekresi alkalis dan menggerakkan makanan masuk lambung.

Lambung ( ventrikulus)

Lambung berperan sebagai gudang makanan. Berupa kantung yang jika berisi makanan jadi lebar. Lambung katak bisa dibagi jadi 2, yakni tempat masuknya esofagus dan lubang keluar ke arah usus. Sisi muka ventrikulus yang besar disebutkan cardiac, sedang sisi posterior menjadi kecil dan usai di pyloris. Kontraksi dinding otot ventrikulus meremas makanan jadi remuk dan digabung dengan sekresi ventrikulus yang memiliki kandungan enzim atau fermen, yang disebut katalisator. Setiap – setiap enzim mengganti satu kelompok makanan jadi ikatan – ikatan yang lebih simpel.
Enzim yang dibuat oleh ventrikulus dan intestinum terdiri dari pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak. Selain itu, ventrikulus hasilkan asam klorida untuk mengasamkan bahan makanan. Mengasamkan bahan makanan bermanfaat untuk membunuh mangsa dan mematikan kuman penyakit, ingat mangsa katak ialah serangga atau hewan kecil yang lain yang mungkin hidup. Pergerakan yang mengakibatkan makanan jalan dalam aliran disebutkan pergerakan peristaltik.

Di dekat lambung, melekat pankreas yang warna kuning yang hasilkan enzim untuk mengolah makanan. Disamping itu ada hepar yang hasilkan cairan empedu yang menetralkan toksin dan zat – zat toxic yang masuk ke aliran pencernaan katak. Hepar yang besar terdiri ats beberapa lobus dan bilus ( zat empedu ) yang dibuat akan dimuat sementara dalam vesica felea yang selanjutnya akan dituangkan dalam intestinum lewat ductus cystecus dulu selanjutnya lewat ductus cholydocus yang disebut aliran kombinasi dengan aliran yang dari pancreas. Peranan bilus untuk mengemulsi zat lemak.

Usus ( intestinum)

Bisa diperbedakan atas usus lembut dan usus tebal. Usus lembut mencakup: duodenum. jejenum, dan ileum, tapi belumlah jelas batasan-batasnya. Dalam usus terjadi peresapan makanan oleh enzim yang dibuat pankreas.
Makanan masuk ke intestinum lewat ventrikulus lewat klep pyloris.

Usus besar

Dalam usus besar katak cuman terjadi peresapan air dan pembusukan tersisa makanan. Bahan makanan yang disebut tersisa dalam intestinum mayor bisa menjadi feses. Usus besar usai pada rektum dan akan ke arah kloaka.

Kloaka

Sebagai muara bersama di antara aliran pencernaan makanan, aliran reproduksi, dan urine.
Kelenjar pencernaan pada amfibi terdiri dari kelenjar ludah hati dan pankreas. Hati warna merah kecoklat-coklatan, terdiri dari lobus kanan yang terdiri kembali jadi dua lobulus. Hati berperan keluarkan empedu yang diletakkan dalam kantung empedu yang warna kehijauan. Pankreas warna kekuningan, menempel antara lambung dan usus dua belas jemari (duodenum). Pankreas berperan hasilkan enzim dan hormon yang bersumber pada duodenum.

Contoh Hewan Amfibi

Di bumi ini ada beberapa tipe hewan amfibi yang dapat Anda jumpai. Bahkan juga satu diantaranya hidup di sekitar lingkungan rumah Anda.

Hewan-hewan ini mempunyai kekuatan untuk hidup di darat dan di di air. Contoh-contoh tipe hewan amfibi salah satunya ialah seperti berikut. Baca ya!

1. Kodok (Buso sp)

Pasti Anda tidak asing tidak dengan kodok ini? Hewan yang mempunyai nama latin Buso sp ini sebagai salah satunya tipe hewan amfibi yang banyak ditemui.

Hewan ini sukai ada di sawah, got, sungai, rawa dan lain-lain. Kodok ini mempunyai kukuda selaput pada kakinya. Selaput ini dipakainya untuk berenang saat hidup di di air.

Sementara kaki kodok yang panjang membuat mempunyai kekuatan untuk melonjak dalam jarak yang jauh. Hewan ini umumnya mempunyai warna yang gelap, seperti hitam dan kecoklat-coklatan.

Disamping itu, hewan ini mempunyai lendir yang beracun di bagian kulit kasarnya. Ukuran kecebong kodok semakin besar dibanding ukuran kecebong katak.

2. Katak Sawah (Rana sp)

Katak sawah mempunyai ukuran badan yang lebih kecil bila dibanding dengan kodok. Dapat banyak Anda temui di wilayah persawahan.

Mempunyai kekuatan berenang yang bagus. Badan katak sawah ini umumnya licin dan mempunyai warna yang tidak menonjol.

Kaki belakang katak sawah lebih panjang karena berperan untuk hasilkan lompatan yang panjang. Katak ini suka makan serangga kecil.

Walau katak ini mempunyai kulit yang licin namun lendir yang dibuat tidak beracun seperti kodok. Di saat masih jadi kecebong, katak bernafas dengan memakai individu sementara saat dewasa memakai mekanisme pernapasan invertebrata.

3. Katak Pohon (Hyla sp)

Katak pohon sebagai salah satunya tipe hewan amfibi yang mempunyai ukuran badan yang kecil. Bahkan juga ukuran badan katak pohon lebih kecil dibanding sama ukuran badan katak sawah.

Katak pohon ini mempunyai warna yang menonjol dan mempunyai lendir beracun. Umumnya katak pohon memakai uluran lidah untuk makan mangsanya seperti serangga.

Kaki katak ini diperlengkapi seperti pad yang hendak memungkinkan untuk lakukan lompatan yang jauh di antara satu pohon ke pohon yang lain. Hewan ini sebagai salah satunya contoh dari hewan metamorfosis prima.

4. Salamander (Salamander sp)

Salamander atau yang mempunyai nama latin salamander sp ini sebagai salah satunya tipe hewan amfibi yang seperti cicak.

Komunitas dari binatang ini ialah di rawa. Hewan ini akan memutus beberapa dari badannya saat berasa terancam seperti yang sudah dilakukan oleh cicak.

5. Sesilia/Apoda (Caecilia sp)

Sesilia sebagai salah satunya tipe hewan amfibi yang termasuk sangat jarang. Hewan ini tinggal di lokasi yang lembab. Sesilia ini bertubuh seperti ular namun memiliki ukuran lebih kecil. Ada pula yang mengatakan bernama ulo wudel.

6. Axolotl (Ambystoma mexicanum)

Axolotl ini walau bisa hidup di air atau di darat tetapi hewan ini lebih sukai habiskan waktunya ada dalam air.

Lebih dikenali bernama salamander Mexico. Umumnya badan dari axolotl ini warna putih dan cukup imut. Hingga ada pula pencinta binatang yang pilihnya sebagai hewan piaraan.

7. Diplocaulus

Pada jaman purba ada juga tipe hewan amfibi yang saat itu hidup. Satu diantaranya ialah Diplocaulus. Menurut beberapa periset dinosaurus ini terhitung dalam kelompok amfibi dengan makanan intinya ialah ikan.

8. Common Mudpuppy (Necturus maculosus)

Common Mudpuppy sebagai salah satunya tipe amfibi yang tinggal pada bagian timur laut Amerika Serikat. Hewan epidemik yang banyak diketemukan di daerah Kanada. Suka tinggal di lokasi yang lembab.

Suka sembunyi ke air sampai kedalaman 90 kaki. Hewan ini mempunyai usia yang lumayan panjang, yakni sanggup capai usia 20 tahun. Makanan dari binatang ini ialah serangga, ikan, telur ikan dan lain-lain.

9. Olm (Proteus anguinus)

Tipe hewan amfibi setelah itu Olm atau yang mempunyai nama latin Proteus anguinus. Hewan ini datang dari teritori Eropa selatan.

Hewan ini dapat Anda dapatkan di tanah yang berkapur. Warna ciri khas dari binatang ini ialah merah gampang seperti kulit manusia di belahan eropa.

10. Purple Frog (Nasikabatrachus sahyadrensis)

Hewan ini sebagai tipe katak. Tipe hewan amfibi ini datang dari India. Sama dengan tipe katak yang lain, di saat jadi kecebong katak ini bernapas dengan memakai individu sementara saat jadi dewasa katak ini memakai mekanisme pernapasan hewan vertebrata.

Katak dikenal juga sebagai hewan yang menyukai bernada atau menyanyi. Antiknya dari katak ini ialah mempunyai suara seperti ayam. Hewan ini sukai hidup di tanah dan akan ada ke atas di saat musim kawin.

Nach itu beragam tipe hewan amfibi yang berada di dunia. Hewan amfibi ini dapat menjadi satu diantara tipe piaraan yang membahagiakan.

Tetapi walau demikian, Anda tetap harus siaga dan cermat karena tipe hewan amfibi ini dapat mempunyai lendir yang beracun.

Atau Anda dapat pilih tipe piaraan yang lain yang lebih berteman serta lebih umum seperti kucing dan anjing.

Atau bila Anda sukai tipe piaraan reptil, pilih tipe reptil yang mempunyai lisensi dari dokter hewan. Apa hewan itu terlepas dari penyakit atau mungkin tidak.

Janganlah sampai Anda salah ambil hewan piaraan yang rupanya memiliki kandungan penyakit yang bisa mencelakakan Anda.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*