Orang Yang Wajib Membayar Zakat Fitrah

Orang Yang Wajib Membayar Zakat Fitrah
Orang Yang Wajib Membayar Zakat Fitrah

Orang yang wajib membayar zakat fitrah sudah ada ketentuannya dalam ajaran agama. Sehingga menjadi sebuah aturan yang memberikan kemudahan dan kemanfaatan kepada manusia. sipakah sajakah yang wajib membayar zakat fitrah itu?. Ada beberapa golongan orang yang wajib mengeluarkan zakat.

Beribadah zakat mempunyai ketentuan dan ketetapan yang perlu disanggupi. Tidak seluruhnya orang diharuskan untuk berzakat. Misalkan semua, pasti ini benar-benar memperberat. Oleh karenanya, penting sekiranya untuk ketahui siapa orang yang diharuskan bayar zakat fitrah. Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib menyebutkan tiga kelompok yang harus atas mereka membayar zakat fitrah. Ke-3 kelompok yang diterangkan adalah:

 

الإسلام، فلا فطرة على كافر أصلي إلا في رقيقه وقريبه المسلمين، وبغروب الشمس من آخر يوم من شهر رمضان، وحينئذ فتخرج زكاة الفطر عمن مات بعد الغروب دون من ولد بعده، ووجود الفضل، وهو: يسار الشخص بما يفضل عن قوته وقوت عياله في ذلك اليوم، أي: يوم عيد الفطر، وكذا ليلته أيضا. ويزكي الشخص عن نفسه وعمن تلزم نفقته من المسلمين، فلا يلزم المسلم فطرة عبد وقريب وزوجة كفار، وإن وجبت نفقتهم

 

Maknanya, “Pertama, Islam dan tidak ada kewajiban zakat bagi orang kafir, kecuali budak dan kerabat Muslim dari orang kafir tersebut.

Kedua, mereka masih diberi kehidupan hingga matahari terbenam pada akhir Ramadhan. Karenanya, bila ada yang meninggal setelah terbenam matahari, dia masih dikenakan kewajiban zakat. Hal ini berbeda dengan anak yang lahir setelah terbenam matahari, dia tidak diwajibkan zakat.

Ketiga, dia memiliki kemudahan dan kesanggupan, atau memiliki makanan pokok yang melebihi dari kebutuhannya dan keluarganya pada hari tersebut, maksudnya pada saat hari Raya atau malamnya. Setiap orang diwajibkan membayar zakat serta membayar zakat orang yang masih menjadi tanggungannya.

Mereka tidak diwajibkan membayar zakat budak, saudara, dan istri yang kafir, sekalipun menjadi tanggungannya. Seseorang wajib menanggung zakat dirinya dan orang yang wajib dinafkahi. Seseorang tidak wajib membayarkan zakat fitrah budak, kerabat, dan istrinya yang kebetulan beragama di luar Islam sekalipun mereka wajib dinafkahi.”

Baca Juga : Doa Untuk Orang Yang Memberi Hadiah

Jadi ada 3 orang yang diharuskan zakat: memeluk agama islam, masih hidup di saat matahari tenggelam, dan mempunyai kelebihan makanan dasar di saat hari raya dan malamnya. Kewajiban zakat fitrah bukan hanya berlaku untuk diri kita, tapi kita perlu membayar zakat orang sebagai tanggungan kita, seperti istri dan anak.

Untuk siapakah yang berasa penuhi tiga syarat ini, bayarlah zakat dengan selekasnya. Pembayaran zakat mempunyai tujuan untuk menyucikan diri orang yang puasa dan sekalian peristiwa untuk share dengan sama-sama, khususnya orang miskin. Janganlah sampai di hari bahagia itu, masih tetap ada saudara kita yang tidak bisa nikmati kebahagiaan hari raya karena permasalahan keuangan. Wallahu a’lam.

 

Muzakki ialah panggilan untuk orang yang dikenakan kewajiban bayar zakat. Zakat sendiri merupakan sebuah kewajiban untuk seorang muslim yang sanggup. Zakat mempunyai tujuan untuk bersihkan harta yang dipunyai oleh umat Islam.

Ini sesuai firman Allah dalam QS. at-Taubah [9]: 103 yang mengeluarkan bunyi:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Muzakki ialah beberapa orang yang sudah penuhi syarat untuk keluarkan zakat. Nanti seorang muzakki diharuskan berzakat yang diberi pada mustahik, atau yang menerima zakat.

Macam-Macam Zakat

Dari sisi bahasa, kata zakat memiliki arti bersih, suci, subur, karena, dan berkembang. Dalam pada itu, istilah zakat mempunyai pemahaman yakni beberapa harta yang harus dikeluarkan oleh umat Islam untuk dikasih ke orang yang memiliki hak menerimanya, misalkan fakir miskin, sesuai ketetapan syariat Islam.

Ada dua tipe zakat yang penting kamu tunaikan, yakni zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat Fitrah

Zakat fitrah sebagai zakat yang harus dibayar tiap umat muslin tiap bulan Ramadan, saat sebelum masuknya Idulfitri. Zakat fitrah memang memiliki sifat harus, tetapi untuk kelompok tertentu.

Pada intinya, orang yang harus bayar zakat fitrah ialah kelompok orang yang sanggup dalam memenuhi hidupnya. Sanggup di sini diartikan dengan mempunyai bahan makanan lebih satu sha’ untuk keperluan dianya dan keluarganya, sepanjang semalam sehari saat hari raya. Muslim yang sudah berkecukupan memberikan nafkah keluarganya dan mempunyai harta berlebihan, harus menjalankan zakat fitrah.

Dikutip dari Tubuh Amil Zakat Nasional, Zakat fitrah dikerjakan berbentuk beras atau makanan dasar seberat 2,5 kg atau 3,5 ltr per jiwa. Kualitas beras atau makanan dasar harus sesuai kualitas beras atau makanan dasar yang dimakan setiap hari.

Zakat Mal

Menuruk Tubuh Amil Zakat Nasional atau BAZNAS, zakat mal sebagai zakat yang dikenai atas uang, emas, surat bernilai, dan asset yang dikontrakkan. Zakat mal harus telah capai nishab (batasan minimal), terlepas dari utang (punya penuh), sumber hartanya halal, dan pemilikan sudah capai satu tahun (haul).

Berdasar QS. Al-Baqarah ayat 267 harta yang harus dizakatkan harus datang dari harta yang halal, bukan datang dari harta yang jelek. Nisab zakat mal yang disetujui ialah sejumlah 85 gr emas (ikuti harga Buy Back emas di hari di mana zakat akan dikerjakan). Kandungan zakatnya sebesar 2,5%.

Langkah hitung Zakat Mal ialah:

2,5% x Jumlah harta pemilikan yang sudah capai haul (satu tahun).

Misalnya:

A sepanjang satu tahun penuh mempunyai harta yang disimpan (emas/perak/uang) sebesar Rp 100.000.000. Bila harga emas sekarang ini Rp 622.000/gr, karena itu nishab zakat sebesar Rp 52.870.000. Hingga Bapak A telah harus zakat. Zakat mal yang penting Bapak A tunaikan yakni:

2,5 % x Rp 100.000.000 = Rp 2.500.000

Muzakki ialah

Ada persyaratan yang perlu disanggupi saat akan keluarkan zakat. Untuk kaum muslim yang sudah penuhi syarat, harus untuknya untuk keluarkan zakat ke kelompok yang memerlukan. Muzakki ialah beberapa orang yang sudah penuhi syarat itu.

Seperti diambil Liputan6.com dari Lazgis, muzakki ialah orang yang dikenakan kewajiban bayar zakat atas pemilikan harta yang sudah capai nishab dan haul. Muzakki ialah seorang yang terserang kewajiban bayar zakat, yang perlu penuhi persyaratan berikut ini:

1. Memeluk agama islam

Kewajiban zakat cuman diharuskan ke orang Islam. Hadits Rasulullah SAW mengatakan, “Abu Bakar Shidiq berbicara, ‘inilah sedekah (zakat) yang diharuskan oleh Rasulullah ke golongan Muslim.” (HR Bukhari).

2. Merdeka

Muzakki ialah seorang yang merdeka, jadi kewajiban bayar zakat cuman diharuskan ke beberapa orang yang merdeka. Hamba sahaya tidak dikenakan kewajiban berzakat.

3. Dipunyai secara prima

Muzakki ialah seorang muslim yang mempunyai harta. Harta benda yang harus dibayar zakatnya ialah harta benda yang dipunyai secara prima dengan seorang Muslim.

4. Capai nishab

Seorang Muslim harus bayar zakat bila harta yang dipunyainya sudah capai nishab. Nishab zakat harta berbeda, bergantung tipe harta bendanya.

5. Sudah haul

Harta benda harus dikeluarkan zakatnya bila sudah dipunyai sepanjang setahun penuh. Hadits Rasulullah mengatakan, “Abdullah ibnu Umar berkata, ‘Rasulullah SAW bersabda ‘Tidak ada zakat pada harta seseorang yang belum sampai satu tahun dimilikinya.” (HR Daruquthni).

Orang yang Memiliki hak Terima Zakat

Muzakki ialah orang yang harus membayar zakat. Dalam pada itu, tentu saja harus ada orang yang terima zakat. Beberapa orang yang memiliki hak terima zakat ini disebutkan dengan mustahik.

Ketetapan mengenai siapa yang memiliki hak terima zakat sudah ditata secara jelas dalam QS at-Taubah [9]: 60.

“Sesungguhnya Zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk kepentingan di jalan Allah, dan untuk orang yang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”(QS at-Taubah [9]: 60).

Adapun penuturannya ialah seperti berikut.

  1. Fakir. Kelompok masyarakat yang hampir tidak mempunyai apa saja hingga tidak sanggup penuhi keperluan khusus dalam kehidupannya.
  2. Miskin. Kelompok masyarakat yang hartanya sedikit tetapi tetap bisa penuhi keperluan primer hidupnya.
  3. Amil. Beberapa orang yang kumpulkan zakat dan membagikan ke yang memiliki hak.
  4. Mu’alaf. Beberapa orang yang baru beragama Islam dan memerlukan kontribusi dalam sesuaikan keadaan hidupnya.
  5. Gharimin. Beberapa orang yang mempunyai hutang untuk memenuhi keperluannya di mana keperluan itu halal tetapi tidak mampu untuk bayar hutangnya itu.
  6. Fisabilillah. Mereka yang berusaha di jalan Allah. Misalkan pendakwah, orang yang negaranya alami peperangan, dan yang lain.
  7. Ibnus Sabil. Beberapa orang yang alami kekurangan uang dalam perjalanannya.
  8. Hamba sahaya. Budak atau beberapa orang yang ingin memerdekakan dianya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*