Tanda Yang Digunakan Untuk Menentukan Cepat Lambatnya Suatu Lagu Adalah

Tanda Yang Digunakan Untuk Menentukan Cepat Lambatnya Suatu Lagu Adalah

Tanda yang digunakan untuk menentukan cepat lambatnya suatu lagu adalah Tempo. Pertanda tempo dipakai dalam sektor musik. Pertanda tempo memperlihatkan kecepatan dalam lagu yang mempunyai irama di saat akan dinyanyikan dan umumnya bisa dicatat dalam segi lagu. Pertanda tempo umumnya dipakai dengan seorang komposer atau pembuat lagu.

Istilah pertanda tempo umumnya memakai bahasa Italia. Tetapi ada pula yang menggunakan bahasa lain atau bahkan juga bahasa Indonesia. Pertanda tempo dicatat dalam notasi balok atau angka.

Komposer atau pembuat lagu memakai pertanda tempo supaya kecepatan lagu yang dibuatnya pas saat dinyanyikan dan umumnya dicatat di bagian atas kiri sebuah partitur, di bawah penulisan suara dasar lagu.

Saat kita menyanyikan lagu nasional, kita dapat rasakan ada ketidaksamaan tempo dalam alunan lagunya.

Dalam musik, tempo ialah cepat lambannya irama dalam lagu. Tempo berperanan untuk membandingkan lagu satu sama lagu lainnya.

Misalkan ada lagu yang dinyanyikan secara cepat, dan ada lagu yang dinyanyikan dengan lamban.

Tempo ini tentukan permainan musik yang menemaninya, rekan-rekan.

Saat ini, coba kamu menyanyikan lagu Maju Tidak Gentar, dan bedakan dengan lagu Sukur.


Ke-2 lagu itu mempunyai kecepatan irama yang lain, kan?

Nach, ini kali kita akan mengenali beberapa jenis tempo pada beberapa lagu dari Indonesia. Baca keterangan ini, yok!

[lwptoc]

Tipe-Jenis Tempo

Dalam ulasan berkenaan tempo musik dan lagu, kita mengenali unit BPM atau Beats Per Minute.

Unit ini dijumpai dengan hitung ketukan yang dipakai dalam musik dalam semenit.

Pada dasarnya, kita mengenali 3 tipe tempo lagu, yakni allegro, moderato, dan largo.

Allegro yakni tempo lagu cepat, moderato bertempo sedang, dan largo mempunyai tempo lamban.

Dari ke-3 tipe tempo itu, masih tetap ada pembagian tipe tempo yang lebih detil.

Berikut beberapa jenis tempo dengan BPM yang dipakai.

1. Allegro

Mempunyai jumlah ketukan per menitnya sekitaran 120 sampai 168 BPM.


Contoh lagu yang memakai tempo ini ialah Potong Bebek Angsa dari NTT, Yamko Rambe Yamko dari Papua, dan Rek Ayo Rek dari Jawa Timur.

2. Moderato

Mempunyai jumlah ketukan per menitnya sekitaran 108 sampai 120 BPM.

Contoh lagu yang memakai tempo moderato ialah Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan Selatan, Soleram dari Riau, dan Sarinande dari Maluku.


3. Largo

Mempunyai jumlah ketukan per menitnya sekitaran 40 sampai 60 BPM.

Contoh lagu yang memakai tempo largo ialah Indonesia Pusaka dan Heningkan Cipta.

4. Andante

Jumlah ketukan per menitnya sekitaran 76 sampai 108 BPM.

Temponya tidak begitu lamban serta lebih ke arah tempo sedang. Contoh lagu yang memakai tempo ini yakni Syukur dan Tanah Air.

5. Adagio

Jumlah ketukan per menitnya sekitaran 66 sampai 76 BPM.

Contoh lagu yang memakai tempo Adagio diantaranya Bagimu Negeri.


6. Vivace

Jumlah ketukan per menitnya sekitaran 168 sampai 176 BPM. Temponya gesit dan cepat.

Contoh lagu yang memakai tempo Vivace ialah Halo-Halo Bandung dan Maju Tak Gentar.

7. Presto

Jumlah ketukan per menitnya sekitaran 168 sampai 200 BPM. Temponya cepat sekali.

Contoh lagu yang memakai tempo Presto ialah Hari Merdeka.

Nach, itu keterangan beberapa jenis tempo lagu dan contoh pemakaiannya, rekan-rekan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*