Sinopsis Ayat-ayat Cinta, Konflik Percintaan dan Agama

 

 

Salah satu film menarik dengan genre percintaan di perfilman Indonesia adalah film dengan judul ayat-ayat cinta ,film ini sukses menarik perhatian banyak penonton.

 

 film ini diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama yaitu ayat-ayat cinta.

 

 film ini merupakan garapan dari sutradara tersohor yaitu Hanung Bramantyo yang rilis tahun 2008.

 

 novel dari film ini merupakan novel karya dari penulis yang bernama Habiburrahman El shirazy.

 

 Cinta memiliki latar belakang di Kairo yaitu negara Mesir Wilayah Afrika Utara sangat populer sehingga produser membikin film ini menjadi dua sekuel yakni ayat-ayat cinta 1 dan ayat-ayat cinta 2 yang rilis di tahun 2017.

 

 ayat-ayat cinta bercerita tentang seorang sosok yang bernama Fahri bin Abdillah seorang mahasiswa wa yang sedang menempuh pendidikan untuk gelar master di Al Azhar Kairo.

 

Kehidupan sehari-hari Fahri sangatlah sederhana selama di al-azhar. Fahri selain menjadi seorang mahasiswa Dia mempunyai pekerjaan sampingan sebagai penerjemah buku-buku agama di sana.

 

 apa apa yang diinginkan oleh Fahri banyak sekali yang sudah tercapai akan tetapi salah satu keinginannya masih belum tercapai yakni pernikahan.

 

 Sebagai sosok pemuda Islam yang cukup religius Fahri tak mengenal istilah pacaran sebelum menikah.

 

 sosok perempuan yang dekat dengannya pun bisa dibilang sangat sedikit yaitu itu ibunya, neneknya, dan beberapa adik perempuannya.

 

 akan tetapi setelah menempuh pendidikan ke al-azhar Kairo Hal itu pun berubah.

 

Fahri mulai dekat dengan sosok wanita seorang gadis cantik yang bernama Maria girgis seorang penganut Kristen koptik yang bertandakan flat dengannya.

 

 walaupun begitu, Maria girgis mempunyai rasa kekaguman kepada kitab suci umat Islam yaitu Alquran.  bahkan sangat mengherankan sampai-sampai Hai Maria hafal surat Maryam ketika ditunjukkan di depan Fahri hal ini terjadi karena mereka berdua sangat sering berinteraksi satu sama lain.

 

 pada suatu hari ada muncul sosok perempuan lain yang bernama Nurul seorang putri Kyai yang juga sedang menempuh pendidikan di Al Azhar Kairo.

 

 sama dengan Maria Nurul ini terindikasi menaruh hati kepada Fahri.

 

 selanjutnya ada juga sosok Nora seorang wanita Tetangga dari Fahri yang sangat sering mendapat siksaan dari ayahnya sendiri.

 

 Fahri sangat bersimpati dengan keadaan Nora sehingga dia pun sering menolong Nora saat mendapat siksaan dari ayahnya yang bejat.

 

 karena kebaikan serta keberanian Fahri Nora pun jatuh cinta kepada si Fahri, akan tetapi cinta noraini bertepuk sebelah tangan sangking cinta butanya menuduh Fahri memperkosa dirinya.

 

 dari banyak perempuan di atas yang Yang bisa membuat Fahri luluh hatinya hanyalah Aisyah.

 

 Aisyah merupakan seorang perempuan yang memakai cadar dan memiliki paras yang sangat cantik.

 mereka berdua dipertemukan di Metro saat Fahri membela agama Islam dari tuduhan kaku serta kolot seketika itu Aisyah jatuh cinta kepada Fahri.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*